![]() |
helm bulukan |
Ini sebenarnya
tulisan nggak penting-penting amat, cuma tentang helm saja. Ya, sekedar untuk
isi dan update blog saja. Jadi begini, kemarin Jumat sewaktu mau pulang kerja, begitu
saya mau pakai helm yang sudah lumayan buluk itu, tali helm yang seharusnya dipastikan
berbunyi “klik” itu lepas sebelah. Setelah saya cek ternyata baut untuk memasang tali ke bagian helmnya lepas
karena karatan. Maklum jam terbang helm ini sudah lumayan. Terpaksa saya pulang
memakai helm tanpa bunyi “klik”, dan ini
jangan ditiru. Kecuali kalian yakin kalau kepala kalian lebih keras dari jalan
aspal.
Sepanjang
perjalan kok saya merasa ngeri-ngeri gimana gitu tiap kali disalip kendaraan
lain. Takut kalau-kalau helm yang dikepala ini copot. Di jalan lihat beberapa
sesama pengendara motor yang helmnya ga diklik in dulu kok kelihatannya biasa
saja ya. Kaya nggak ada was-was nya. Mereka tetep etel saja mengendarai motor salip kanan-kiri, ada yang sambil
ngobrol asik sama pembonceng.
Singkat kata Alhamdulillah
selamat sampai di tujuan. Keesokan harinya saya merasa wajib untuk nyari servis
helm yang bisa buat masang lagi tali yang copot itu. Selain karena rasa ngeri
dan daripada ketangkap pak polisi hanya karena nggak meng”klik”an helm, juga
karena kemarin waktu jalan pulang sempat melihat kecelakaan yang cukup parah,
lemes rasanya lutut pas lihat itu.
Ada satu toko
helm yang ternyata selain menjual helm dan perlengkapan bermotor lainnya juga
bisa servis helm. Tempatnya dekat sama stasiun, ini toko kayaknya sudah buka
lama, dari jaman saya masih SMP sudah ada toko helm ini. Waktu saya kasih
tunjuk, mbaknya langsung bilang, “saged
mbak, ditenggo riyin nggih, ngantri.” Ndilalahnya sebelum saya, ada
mbak-mbak yang ganti kaca helm karena sudah bruwet
katanya. Harganya cuma 20 ribu kalau ganti kaca.
Duhh…lha kok
saya juga jadi kepengen ganti juga. Bukan karena pengen ikut-ikutan mbak itu
tadi, tapi jujur saja, kaca helm saya bisa bikin galau kalau pas hari hujan,
terlebih malam hari. Kalau dibuka muka kena air hujan, rasanya mirip-mirip lagi
akupuntur. Nah kalau ditutup jalan nggak terlihat jelas. Ditambah kaca helm saya sering “manthuk” (nutup) sendiri kalau pas jalan
ada gronjalan.
Akhirnya saya
putuskan sekalian ganti kaca , ganti yang bening biar kalau jalan malam tetap
bisa ditutup tanpa khawatir mengganggu pandangan. Kaca helm saya sebelumnya
yang pelangi, itu lho yang kalau kena sinar bisa ada warna pelanginya,
alasannya sih biar nggak silau kalau dipakai siang hari. Setelah selesai
dipasang, say aharus bayar 40 ribu, untuk benerin talinya 5 ribu ongkosnya,
karena nggak perlu ganti tali, cukup ganti bautnya saja. Nah, kaca helmnya 35
ribu, itu karena kaca helm yang harga 20 ribu kaya punya mbak yang tadi
ternyata nggak cocok untuk dipasang di helm saya. Duhh helm saya ternyata
pilih-pilih juga.
Nah kan lebih
murah daripada beli helm baru. Dulu jaman-jaman sekolah, helm itu jadi ajang
gengsi gengsian. Terlihat keren kalau merk helm nya A misal. Kalau sekarang mah asal helm itu masih bisa dipakai dan
masih aman ya sudah pakai aja, begitu sih prinsip saya. Hal itu berlaku juga untuk barang lainnya. Lagian punya helm bulukan
karena sudah banyak tergores itu malah lebih aman. Kenapa? Karena nggak perlu
khawatir kalau ditinggal di tempat parkir .
Alhamdulillah sekarang sudah nggak perlu merasa ngeri-ngeri lagi karena tali helm sudah dibenerin. Juga kalau hujan nggak galau lagi harus tutup atau buka kaca helmnya. Cuma sekarang karena kaca helmnya bening jadi gampang ketahuan kalau lagi lirik-lirik pemotor sebelah #ehh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar