![]() |
http://kintakun-collection.co.id |
Potong
rambut sebenarnya adalah hal sepele, namun terkadang berubah menjadi hal yang
rumit Dan krusial (yaelah bahasamu, sep). Kenapa rumit dan krusial? Karena
harus menentukan mau potong model apa, di salon mana, belum lagi nanti kalau
sudah potong dan hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Duh, itu bisa
jadi masalah besar.
Pernah ada
teman yang mau potong rambut karena sudah bosen sama model rambutnya dan mau
ikut tren, eh tapi setelah dipotong hasilnya nggak sesuai sama expektasinya.
Malah terlihat aneh juga, Karena itu dia memutuskan untuk pergi ke salon lagi
untuk memotong lebih pendek lagi. Dua kali potong jadinya.
Dulu
sebelum pakai jilbab, potong rambut memang menjadi dilema sendiri. Bukan karena
milih mau potong rambut di salon mana, tapi lebih mau dibentuk model apa yang
cocok. Seingat saya, dari dulu saya paling sering potong rambut cuma
"dipapak" saja. Itu lho cuma ujungnya disamain biar kelihatan lebih
tapi terus ditambah poni. Pernah juga sekali dipotong pendek malah dikiranya
anak cowo kalau dari belakang. Ohiya, potong segi (tulisannya yang benar
begitu bukan ya?). Sudah cuma tiga model itu.
Sekarang,
karena pakai jilbab jadi tidak begitu mempermasalahkan potongan rambut, nggak
ribet. Kalau mau potong ya potong aja, model juga milih asal yang nggak
neko-neko, wong ya ga kelihatan to. Asal rambut sehat, nggak ketombean, nggak
rontok sudah itu aja.
Jadi bagi
saya berjilbab juga mampu menyederhanakan hal yang rumit. Contohnya masalah
potong rambut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar