![]() |
http://www.businessdanmark.dk/ |
“Tuh liat, tumben dia baru pulang
jam segini.” Marni yang selesai menyapu lalu menghampiri Tinah, memanyunkan
bibirnya menunjuk Mia yang baru pulang.
“Baru pulang Mi? Kelarisan
kayaknya semalam ya?” sapa Tinah pada Mia dengan nada sinis.
“Saya masuk dulu mbak, mari.” Mia
hanya menanggapi dengan senyum. Sudah terbiasa bahkan sudah kebal dirinya
melihat kelakuan tetangga kontrakannya itu.
Direbahkan badannya di kasur yang
ia beli dua yang tahun yang lalu, ketika ia nekat datang ke kota ini untuk
mengubah nasibnya. Bedak tebal dan lipstik merah masih menempel di wajahnya.
Tak berapa lama ia pun tertidur.