Waktu itu sudah lepas dari pagi
namun matahari belum terlalu terik. Musim kemarau sudah separuh perjalanan. Aku
berdiri diantara kerumunan orang, sibuk dengan duniaku. Lalu entah kau berjalan
dari mana, kau berhenti tepat di depanku. Mengulurkan tanganmu. Tak ada satu
kata yang kau ucapkan. Bingung. Apa yang kau inginkan waktu itu.
“Hei, salam kenal saya Adisty.”
Ucapku setelah menerima uluran tanganmu.
“Terima kasih, salam kenal juga.
Saya Raka.” Lengkungan bibir nampak di wajahmu. Tersenyum.





