Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

Dua Musim


Waktu itu sudah lepas dari pagi namun matahari belum terlalu terik. Musim kemarau sudah separuh perjalanan. Aku berdiri diantara kerumunan orang, sibuk dengan duniaku. Lalu entah kau berjalan dari mana, kau berhenti tepat di depanku. Mengulurkan tanganmu. Tak ada satu kata yang kau ucapkan. Bingung. Apa yang kau inginkan waktu itu.

“Hei, salam kenal saya Adisty.” Ucapku setelah menerima uluran tanganmu.
“Terima kasih, salam kenal juga. Saya Raka.” Lengkungan bibir nampak di wajahmu. Tersenyum.

Jumat, 29 Mei 2015

Skakmat

http://www.businessdanmark.dk/

“Tuh liat, tumben dia baru pulang jam segini.” Marni yang selesai menyapu lalu menghampiri Tinah, memanyunkan bibirnya menunjuk Mia yang baru pulang. 
“Baru pulang Mi? Kelarisan kayaknya semalam ya?” sapa Tinah pada Mia dengan nada sinis.
“Saya masuk dulu mbak, mari.” Mia hanya menanggapi dengan senyum. Sudah terbiasa bahkan sudah kebal dirinya melihat kelakuan tetangga kontrakannya itu.

Direbahkan badannya di kasur yang ia beli dua yang tahun yang lalu, ketika ia nekat datang ke kota ini untuk mengubah nasibnya. Bedak tebal dan lipstik merah masih menempel di wajahnya. Tak berapa lama ia pun tertidur.

Kamis, 19 Maret 2015

Gadis Berpayung



Malam ini hujan deras mengguyur kota di ujung selatan. Jalanan masih ramai dengan kendaraan yang melambatkan lajunya. Emperan toko yang telah tutup dihiasi pengendara motor yang menepi untuk berteduh. Di atas sana kilatan cahaya membentuk akar-akar langit disusul gelegar suara. Nampaknya hujan akan berlangsung lama.

Senin, 16 Maret 2015

Emak dan Tahun Baru Mereka



 ilustrasi : firework

Kalender di bilik rumahku besok sudah harus diganti.
“Besok emak berangkat lebih awal?”
“Iya, kaya biasanya. Kamu jaga rumah ya.”
Aku mengangguk. 

Kamis, 05 Maret 2015

Kolaborasa

ilustrasi : ini

Rindu adalah jarak antara kau dan aku

Senja belum lama tumbang ketika Hita bersenandung lirih di kamarnya. Satu lagu yang sering diputar untuk menemani payahnya raga setiap malam menjelang. Matanya masih terlampau jauh dari kata “kantuk”. Angin malam menerobos lewat celah kecil jendela yang sengaja tak ditutupnya rapat. Jari-jemarinya sedang asik menekan tuts-tuts keyboard laptop yang  menyala. Melarutkan diri dalam rentetan kata yang ia susun untuk sebuah cerita.

Jumat, 27 Februari 2015

Cerita Sederhana Untukmu

Selamat pagi untuk kau yang berhasil membuatku merasakan kembali cinta, mau kah kau membaca ceritaku ini, sebentar saja ?



Pagi ini cuaca cerah sekali, langit membiru diselingi gumpalan-gumpalan awan putih. Awal yang indah untuk mewujudkan mimpi-mimpi semalam. Perkenalan kita memang belum lama dan awalnya aku berpikir semua akan menjadi biasa saja. Hingga aku merasa sesuatu ada yang tidak beres dalam diriku, sesuatu yang “salah”, tapi aku justru menyukainya. Lalu masihkah kau ingin tahu cerita ku ini?

Sabtu, 14 Februari 2015

Ketika Rasa Datang tanpa Rupa

ilustrasi : topeng

Selamat pagi. Hari Senin, artinya harus semangat full untuk lima hari ke depan. Kesibukan akan menjauhkanku dari rasa sepi. Di sela menyelesaikan pekerjaan yang membuat ngos-ngosan karena selalu dikejar deadline, aku menyempatkan menyapa teman-temanku di social media. Social media adalah salah satu caraku untuk “kabur” sebentar dari deadline yang mencekik itu.

Jumat, 30 Januari 2015

Lagu Terakhir

Danika
Akhirnya ujian pendadaran bisa aku lewati, hari ini aku ke kampus untuk mengurus berkas-berkas untuk bisa mendaftar yudisium. Aku harus mengejar yudisium bulan depan. Pendaftaran terakhir adalah besok.  Hari ini aku akan sibuk mondar-mandir dari satu gedung ke gedung yang lain. Aku harus berangkat lebih pagi.

Rabu, 28 Januari 2015

Co Card



Pamungkas
Aku melihat lagi perempuan itu . Sudah tiga hari aku tidak melihatnya. Mungkin dia tidak setiap hari ke kampus. Hari ini, dia memakai jeans hitam dengan blouse warna tosca dengan motif kotak-kotak. Rambutnya dia ikat. Tetap saja cantik walaupun wajahnya tanpa polesan make up seperti perempuan yang ada di kanan kiriku sekarang. Dia duduk di kursi nomer 4 dari depan, di dekat kaca. Beberapa kali mengotak-atik handphonenya. 

Senin, 26 Januari 2015

Lelaki Penjaja Nada

Danika
Danika, Danika Sasikirana.  Kata ibu namaku diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti bintang kejora yang bersinar terang. Aku masih berstatus mahasiswa di salah satu universitas swasta di kota yang menjadi idaman banyak orang ini. Aku sendiri kurang tahu kenapa orang-orang ingin menakhlukkan kota ini. Sekarang aku semester tujuh, dan sedang mengerjakan skripsiku. Setiap harinya aku harus naik bus lalu sambung naik angkot untuk ke kampus.

Senin, 05 Januari 2015

Anis


Anis, seorang gadis dari Ciamis, berangkat ke negeri seberang demi mencecap mimpi manis. Dibawa lelaki berkumis dengan iming-iming ongkos gratis. Berkumpul di penampungan dengan puluhan yang tak kalah kinyis-kinyis. Berangkat dengan kemampuan serba ekonomis. Tidak lupa sempat narsis dengan tongsis, jepret sana-sini, upload medsos biar eksis.