Senin, 05 Januari 2015

Serendipity [3]

#Little by Little Close to You

“Halo Tisha? Ini Yudha..”
“ Ehh iya. Ada apa Yud?”
“Nggak…besok makan siang di soto kemarin bisa?Aku besok ke kantor Adrian kayaknya”
“emm..boleh.”
Selepas menutup telpon dari Yudha, Tisha terdiam di depan cermin meja riasnya.
“Yudh..kenapa kamu teman dari lelaki itu?” Tisha bergumam memandangi dirinya di cermin

*8*

Yudha sudah duduk menyeruput es jeruk ketika Tisha datang.
“sudah lama Yud? Sorry ya. Lagi banyak kerjaan.”
“baru kok…baru habis es jeruk segelas maksudnya.”
Tisha  justru tertawa mendengar sindiran Yudha untuknya itu. Siang itu obrolan mereka hanya seputar pekerjaan mereka masing-masing. Sampai Yudha menanyakan hal yang membuat Tisha tidak nyaman.

Anis


Anis, seorang gadis dari Ciamis, berangkat ke negeri seberang demi mencecap mimpi manis. Dibawa lelaki berkumis dengan iming-iming ongkos gratis. Berkumpul di penampungan dengan puluhan yang tak kalah kinyis-kinyis. Berangkat dengan kemampuan serba ekonomis. Tidak lupa sempat narsis dengan tongsis, jepret sana-sini, upload medsos biar eksis.  

Jumat, 02 Januari 2015

Serendipity [2]

Serendipity [2]

#Gara- Gara Berbagi Meja
“Lohh…ka…mu ?”
“Tish…shaa?” lelaki itu sama kagetnya ketika melihat perempuan yang dihadapannya sekarang adalah Tisha.
Tisha mengambil langkah mundur, dia enggan bersama satu lift dengan lelaki itu. Seorang lelaki setengah baya memasuki lift, lelaki itu menjadi bagian dari meeting pagi ini. Mau tidak mau dia harus ikut naik lift itu juga.
“Tisha baru datang juga?”
“Iya Pak.” Tisha melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift.
Paling tidak dia tidak hanya berdua di dalam lift dengan lelaki yang berdiri di belakangnya sekarang. Tidak ada pembicaraan dengannya. Memang seharusnya seperti itu pikir Tisha. Pintu lift terbuka di lantai 3.
“Sepertinya kita sudah terlambat.”
“Semoga saja tidak pak, meeting masih akan dimulai 5 menit lagi Pak.”

Serendipity [1]


Serendipity [1]

#Kursi no 10 D dan 10 E
Suara peluit sudah berdenging tanda kereta api siap untuk berangkat. Kurang dari lima menit kereta itu berhenti di stasiun. Penumpang naik dan turun. Nama kereta itu diambil dari salah satu nama gunung, yang letusannya menjadi peristiwa yang luar biasa kala itu .Setelah hampir dua ratus tahun gunung itu tertidur. Letusan yang konon imbasnya tidak hanya dirasakan di Indonesia saja, akan tetapi sampai mancanegara bahkan dunia. Gunung yang berada di tengah lautan antara pulau Jawa dan Sumatra. Krakatau. Kereta Krakatau relasi Kediri – Merak ini satu menit yang lalu baru saja perlahan meninggalkan stasiun.